Rabu, 2008 Oktober 22

Fiksi

FIKSI::::::

Di dalam suatu hubungan, rasa sakit hati memang tak dapat dihindari. Dan rasa sakit hati ini terjadi pada bentuk komunikasi yang tak sempurna. Sakit hati yang menumpuk, suatu saat akan meledak menjadi kemarahan. Memiliki perasaan marah menunjukkan bahwa perasaan Anda telah disakiti dan harus segera dicari penyelesaiannya. Berikut ini beberapa saran untuk mengekspresikan kemarahan Anda secara pantas kepada pasangan:

1. MENGAMATI
Teliti, apakah kemarahan, rasa tersinggung, atau sakit hati Anda saat ini bertambah besar. Berapa lama Anda menyimpan perasaan yang mengganggu ini? Jika Anda marah kepada pasangan karena ia keluar malam bersama teman-temannya, mungkin masalah sebenarnya bukanlah itu, melainkan bagaimana Si Dia memberikan perhatiannya kepada Anda.

2. BERANI
Belajarlah untuk dapat bersikap berani. Jika Anda merasa sangat mudah terintimidasi, tuliskan perasaan Anda dan tunjukkan kepada pasangan.

3. JANGAN MENYALAHKAN
Jangan membuat pernyataan yang menyalahkan! Sebagian besar orang selalu memulai dengan pertanyaan yang paling merusak seperti, "Siapa yang benar dan siapa yang salah?" Kenyataannya, sebagian besar ketidaksepahaman didasari oleh interpretasi yang datang dari pengalaman pribadi, bukan karena kebenaran yang memang sudah terbukti.

4. MENDENGARKAN
Satu-satunya cara terbaik untuk mengatasi konflik adalah dengan menjadi pendengar yang baik untuk pihak lain. Sebagian besar orang hanya ingin didengar saja, dan hal ini merupakan bentuk dasar dari perasaan ingin diakui. Seringkali, solusi terjadi justru dari apa yang dibicarakan.

5. MENGUNGKAPKAN
Biarkan Si Dia mengutarakan perasaan sakit hatinya atau kesedihannya. Hal ini sangat baik karena bila tidak diungkapkan, perasaan marah dan sedihnya akan menumpuk dan membentuk dinding antara dirinya dengan Anda.

6. MENGAKUI
Bertanggung jawablah atas segala masalah yang Anda ciptakan, mau mengakuinya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Bagaimana tindakan dan perkataan saya bisa mendukung terciptanya situasi seperti ini?"

7. TANGUNG JAWAB
Inilah langkah terakhir yang paling sulit dilakukan. Cari tahu, apa yang membuat situasi menjadi lebih baik di masa depan, dan apa yang dapat membuat situasi yang merusak tidak muncul lagi. Katakan pada pasangan, apa yang Anda perlukan darinya agar semuanya bisa menjadi lebih baik. Anda juga perlu bertanggung jawab atas apa yang perlu diperbaiki saat ini. Apakah hanya mendengar atau meminta maaf? Semua orang seringkali melupakan kedua hal itu.

Tipssss.....

AGAR TAK SAKIT HATI LAGI......

Di dalam suatu hubungan, rasa sakit hati memang tak dapat dihindari. Dan rasa sakit hati ini terjadi pada bentuk komunikasi yang tak sempurna. Sakit hati yang menumpuk, suatu saat akan meledak menjadi kemarahan. Memiliki perasaan marah menunjukkan bahwa perasaan Anda telah disakiti dan harus segera dicari penyelesaiannya. Berikut ini beberapa saran untuk mengekspresikan kemarahan Anda secara pantas kepada pasangan:

1. MENGAMATI
Teliti, apakah kemarahan, rasa tersinggung, atau sakit hati Anda saat ini bertambah besar. Berapa lama Anda menyimpan perasaan yang mengganggu ini? Jika Anda marah kepada pasangan karena ia keluar malam bersama teman-temannya, mungkin masalah sebenarnya bukanlah itu, melainkan bagaimana Si Dia memberikan perhatiannya kepada Anda.

2. BERANI
Belajarlah untuk dapat bersikap berani. Jika Anda merasa sangat mudah terintimidasi, tuliskan perasaan Anda dan tunjukkan kepada pasangan.

3. JANGAN MENYALAHKAN
Jangan membuat pernyataan yang menyalahkan! Sebagian besar orang selalu memulai dengan pertanyaan yang paling merusak seperti, "Siapa yang benar dan siapa yang salah?" Kenyataannya, sebagian besar ketidaksepahaman didasari oleh interpretasi yang datang dari pengalaman pribadi, bukan karena kebenaran yang memang sudah terbukti.

4. MENDENGARKAN
Satu-satunya cara terbaik untuk mengatasi konflik adalah dengan menjadi pendengar yang baik untuk pihak lain. Sebagian besar orang hanya ingin didengar saja, dan hal ini merupakan bentuk dasar dari perasaan ingin diakui. Seringkali, solusi terjadi justru dari apa yang dibicarakan.

5. MENGUNGKAPKAN
Biarkan Si Dia mengutarakan perasaan sakit hatinya atau kesedihannya. Hal ini sangat baik karena bila tidak diungkapkan, perasaan marah dan sedihnya akan menumpuk dan membentuk dinding antara dirinya dengan Anda.

6. MENGAKUI
Bertanggung jawablah atas segala masalah yang Anda ciptakan, mau mengakuinya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Bagaimana tindakan dan perkataan saya bisa mendukung terciptanya situasi seperti ini?"

7. TANGUNG JAWAB
Inilah langkah terakhir yang paling sulit dilakukan. Cari tahu, apa yang membuat situasi menjadi lebih baik di masa depan, dan apa yang dapat membuat situasi yang merusak tidak muncul lagi. Katakan pada pasangan, apa yang Anda perlukan darinya agar semuanya bisa menjadi lebih baik. Anda juga perlu bertanggung jawab atas apa yang perlu diperbaiki saat ini. Apakah hanya mendengar atau meminta maaf? Semua orang seringkali melupakan kedua hal itu.


BY: Kompas

Rabu, 2008 Oktober 15

to: Kekasihku..

Luka hati yang masih terasa
Masa lalu yang masih membayangi
Membuatku tak mampu berjalan melawan waktu
Kau hadir membawa nuansa yang berbeda
Yang belum pernah kutemukan sebelumnya
Kau Yakinkan hatiku akan sebuah kepercayaan
Yang dulu sempat ku Hilangkan
Kau sembuhkan lukaku dengan Nuansamu
Kini kutahu kaulah yang ku cari selama ini........

Penjaga Hatiku

Masihkah ada aku dihatimu
Yang kini telah menjauh darimu
Mungkinkah...
Kau semaikan cinta
dan Serpihan kasih yang hilang
Takkan kuingkari
Segala cintaku untukmu
Yang terendap direlung hati
Meski selamanya tak bersatu
dalam janji kita
Ingin ku rengkuh kenangan
dan Kisah terindah
Yang kulalui bersamamu
Tapi Kini,..
Biarlah kusendiri
Tanpa cinta
Tanpa kehadiran cinta yang lain
Tetap kusimpan cintamu
Disinggah sana hati
Di atas lentera jiwa.....

Senyap

Tiada yang terindah
Tiada yang istimewa
Semuanya Bohong dan Bualan belaka
Sirna....
segalanya lepas begitu saja
dan Tanpa tersisa
Meski ku cari,
bungkam saja ucapmu
Hanya buat telingaku sakit
Pergi.....
Aku mengusirmu
Aku tak inginkan lagi
Hanya buatku muak
LIhat semuanya...
Sudah penat jiwaku
Karena semua ini...

TaNPa JuDuL

Nestapa kini seolah menghujani kehidupanku
Setelah aku sudah berhasil melupakanmu
Jiwaku kini telah kosong dan pergi bersama dirimu
dan kini kau telah bahagia dengan pilihanmu
tinggalah kini aku sendiri
Yang mencoba ingin bahagia dengan orang lain
Tapi tak ada kebahagian yang ku temukan
Selayaknya ketika bersamamu.....

Rabu, 2008 Juli 30

SeNDiRi

SeNDiRi
Bukan berarti ku tak mau berbagi
SenDiRi...
BukanNya aku sombong dan Egois
Bila sendiri itu yang terbaik
maka aku akan terus jalaninya
Bila sendiri itu pilihan
maka aku lebih tidak memilihnya
Bila sendiri itu tuntutan
Maka aku akan lebih berhati-hati melangkah
Kesendirian
Membuat hatiku tenang
Kesendirian..
membuatku lebih dewasa..
kesendirian...
Meyakinkanku untuk melangkah lebih baik...